"Ibuku"
Karya : Annisa Amani Sholihah
Siswa level IV SDIT Nurul Huda Purbalingga
Ibu.....
Engkau yang melahirkanku
Engkau yang membesarkanku
Sejak kecil hingga dewasa
Tak pernah lelah dan letih
Menyayangiku dengan penuh harapan
Harapan supaya daku menjadi anak
yang berbakti padamu
Oh.....Ibu, maafkan daku
Dikarenakan daku tak bisa membalas jasamu
Tetapi.....daku kan berusaha
Menjadi anak yang berbakti padamu
Terimakasih........Ibu.....
"Tumbuhkan Kompetensi Berbahasa, Sastra, dan Menulis"
SDIT NURUL HUDA PURBALINGGA, Jum'at (26/4/2013)- Salah satu dari potensi para peserta didik yang berupaya ditumbuhkembangkan adalah kemampuan dalam barbahasa, sastra, dan menulis. Dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh SDIT Nurul Huda Purbalingga, para peserta didik atau siswa dilatih untuk dapat mengekspresikan segala kemampuan dan potensinya. Kemampuan dan potensi yang diupayakan ditumbuhkembangkan oleh sekolah yang berprinsip dinamis itu diantaranya kemampuan berbahasa, sastra, dan kemampuan menulis.
Kepala SDIT Nurul Huda Purbalingga Ust. Dirsan melalui Waka Kurikulum dan Kesiswaan Ust. Hari Setiawan menuturkan, sekolah akan senantiasa memfasilitasi dan berupaya menumbuhkembangkan setiap potensi siswa. Potensi siswa yang ditumbuhkembangkan antara lain kemampuan berbahasa, sastra, dan kemampuan menulis.
"Potensi siswa akan kami fasilitasi agar dapat ditumbuhkembangkan, termasuk kemampuan berbahasa, sastra, dan menulis," tutur Ust. Hari Setiawan tadi siang (Jum'at,26/4/2013).
Dalam proses menumbuhkembangkan potensi berbahasa, sastra, dan menulis para siswanya, SDIT Nurul Huda Purbalingga menerapkan berbagai program proses pembelajaran. Program proses pembelajaran yang difasilitasi dan dilaksanakan oleh sekolah salah satunya adalah pemberdayaan mading siswa. Setiap siswa SDIT Nurul Huda Purbalingga diberikan kebebasan untuk mengekspresikan karyanya dalam berbahasa, bersastra, dan menulis.
"Kami berikan ruang khusus untuk menumbuhkembangkan kemampuan siswa dalam berbahasa, bersastra, dan kemampuan menulisnya dalam mading siswa," kata Ust. Hari Setiawan.
Menurut Ust. Hari, dengan difasilitasi oleh sekolah diharapkan potensi dan kemampuan para siswa akan berbahasa, bersastra, dan kemampuan menulisnya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
"Kami harapkan potensi anak khususnya potensi berbahasa, bersastra, dan menulisnya akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik," ujarnya.
Karya : Annisa Amani Sholihah
Siswa level IV SDIT Nurul Huda Purbalingga
Ibu.....
Engkau yang melahirkanku
Engkau yang membesarkanku
Sejak kecil hingga dewasa
Tak pernah lelah dan letih
Menyayangiku dengan penuh harapan
Harapan supaya daku menjadi anak
yang berbakti padamu
Oh.....Ibu, maafkan daku
Dikarenakan daku tak bisa membalas jasamu
Tetapi.....daku kan berusaha
Menjadi anak yang berbakti padamu
Terimakasih........Ibu.....
"Tumbuhkan Kompetensi Berbahasa, Sastra, dan Menulis"
SDIT NURUL HUDA PURBALINGGA, Jum'at (26/4/2013)- Salah satu dari potensi para peserta didik yang berupaya ditumbuhkembangkan adalah kemampuan dalam barbahasa, sastra, dan menulis. Dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh SDIT Nurul Huda Purbalingga, para peserta didik atau siswa dilatih untuk dapat mengekspresikan segala kemampuan dan potensinya. Kemampuan dan potensi yang diupayakan ditumbuhkembangkan oleh sekolah yang berprinsip dinamis itu diantaranya kemampuan berbahasa, sastra, dan kemampuan menulis.
Kepala SDIT Nurul Huda Purbalingga Ust. Dirsan melalui Waka Kurikulum dan Kesiswaan Ust. Hari Setiawan menuturkan, sekolah akan senantiasa memfasilitasi dan berupaya menumbuhkembangkan setiap potensi siswa. Potensi siswa yang ditumbuhkembangkan antara lain kemampuan berbahasa, sastra, dan kemampuan menulis.
"Potensi siswa akan kami fasilitasi agar dapat ditumbuhkembangkan, termasuk kemampuan berbahasa, sastra, dan menulis," tutur Ust. Hari Setiawan tadi siang (Jum'at,26/4/2013).
Dalam proses menumbuhkembangkan potensi berbahasa, sastra, dan menulis para siswanya, SDIT Nurul Huda Purbalingga menerapkan berbagai program proses pembelajaran. Program proses pembelajaran yang difasilitasi dan dilaksanakan oleh sekolah salah satunya adalah pemberdayaan mading siswa. Setiap siswa SDIT Nurul Huda Purbalingga diberikan kebebasan untuk mengekspresikan karyanya dalam berbahasa, bersastra, dan menulis.
"Kami berikan ruang khusus untuk menumbuhkembangkan kemampuan siswa dalam berbahasa, bersastra, dan kemampuan menulisnya dalam mading siswa," kata Ust. Hari Setiawan.
Menurut Ust. Hari, dengan difasilitasi oleh sekolah diharapkan potensi dan kemampuan para siswa akan berbahasa, bersastra, dan kemampuan menulisnya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
"Kami harapkan potensi anak khususnya potensi berbahasa, bersastra, dan menulisnya akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik," ujarnya.
SDIT
NURUL HUDA PURBALINGGA, Selasa(23/4/2013)- Setelah cukup sukses dengan
program Fullday School yang dilaksanakan tiga hari per pekan, di Tahun
Pelajaran 2013/2014 SDIT Nurul Huda Purbalingga akan kembali
menyelenggarakan program Fullday School tersebut. Namun di Tahun
Pelajaran 2013/2014 program Fullday School tersebut akan dilaksanakan
dengan format yang berbeda.
Kepala SDIT Nurul Huda Purbalingga Ust. Dirsan melalui Waka Kurikulum dan Kesiswaan Ust. Hari Setiawan mengatakan, berbeda dengan pelaksanaan program fullday school di tahun sebelumnya yang waktu pelaksanaannya hanya tiga hari per pekan. Di Tahun Pelajaran 2013/2014 pelaksanaan program fullday school ini akan ditambah harinya menjadi empat hari per pekan.
"Rencananya waktu pelaksanaan fullday school ini akan ditambah menjadi empat hari dalam setiap pekannya," kata Ust. Hari Setiawan tadi siang (Selasa,23/4/2013).
Sebagaimana telah diinformasikan sebelumnya, bahwa di tahun-tahun sebelumnya SDIT Nurul Huda Purbalingga telah melaksanakan program fullday school selama tiga hari dalam setiap pekannya. Program fullday school tersebut dilaksanakan setiap hari Senin, Selasa, dan hari Rabu.
Ust. Hari Setiawan mengatakan, di Tahun Pelajaran 2013/2014 rencananya program fullday school tersebut akan dilaksanakan pada hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Dengan demikian terdapat penambahan satu hari yaitu pada hari Kamis.
Kepala SDIT Nurul Huda Purbalingga Ust. Dirsan melalui Waka Kurikulum dan Kesiswaan Ust. Hari Setiawan mengatakan, berbeda dengan pelaksanaan program fullday school di tahun sebelumnya yang waktu pelaksanaannya hanya tiga hari per pekan. Di Tahun Pelajaran 2013/2014 pelaksanaan program fullday school ini akan ditambah harinya menjadi empat hari per pekan.
"Rencananya waktu pelaksanaan fullday school ini akan ditambah menjadi empat hari dalam setiap pekannya," kata Ust. Hari Setiawan tadi siang (Selasa,23/4/2013).
Sebagaimana telah diinformasikan sebelumnya, bahwa di tahun-tahun sebelumnya SDIT Nurul Huda Purbalingga telah melaksanakan program fullday school selama tiga hari dalam setiap pekannya. Program fullday school tersebut dilaksanakan setiap hari Senin, Selasa, dan hari Rabu.
Ust. Hari Setiawan mengatakan, di Tahun Pelajaran 2013/2014 rencananya program fullday school tersebut akan dilaksanakan pada hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Dengan demikian terdapat penambahan satu hari yaitu pada hari Kamis.
"Program fullday school ini ditambah waktu pelaksanaannya satu hari yaitu pada hari Kamis," tuturnya.
Menurut Ust. Hari Setiawan, penambahan waktu pelaksanaan program fullday scholl menjadi empat hari tersebut didasari berbagai masukan dan saran yang disampaikan kepada managemen SDIT Nurul Huda Purbalingga dari berbagai pihak, termasuk wali murid.
"Penambahan ini didasari saran dan masukan yang disampaikan oleh wali murid," tambah Ust. Hari Setiawan.
Menurut Ust. Hari Setiawan, penambahan waktu pelaksanaan program fullday scholl menjadi empat hari tersebut didasari berbagai masukan dan saran yang disampaikan kepada managemen SDIT Nurul Huda Purbalingga dari berbagai pihak, termasuk wali murid.
"Penambahan ini didasari saran dan masukan yang disampaikan oleh wali murid," tambah Ust. Hari Setiawan.
Purbalingga,
Senin (22/4/2013)- Mulai hari ini Senin(22/4/2013) sebanyak 73 santri
pondok pesantren Nurul Huda Karangreja Kutasari mengikuti Ujian Nasinal
Wajar Dikdas untuk pondok salafiyah. Sesuai dengan jadwal, para santri
tersebut akan mengikuti Ujian Nasional selama tiga hari. Dimulai hari
ini Senin tanggal 22/4/2013 sampai dengan hari Rabu tanggal 24/4/2013.
Ketua Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga Ust. Ali Mubarok, S.Pdi mengatakan, 73 santri yang mengikuti ujian nasional pada tahun ini merupakan santri Ponpes Nurul Huda kelas 3 Muthawasitoh atau setingkat kelas 3 Madrasah Stanawiyah dan SMP.
"Mereka adalah santri Nurul Huda kelas tiga Muthawasitoh atau setingkat MTs dan SMP," kata Ust. Ali Mubarok, S.PdI siang tadi.
Dari 73 santri yang mengikuti Ujian Nasional tahun ini, separuhnya merupakan santri perempuan. "Dari 73 santri tersebut, terdiri dari 38 santri perempuan dan 35 santri perempuan," terang Ust. Ali.
Lebih lanjut Ust. Ali mengatakan, Pondok Pesantren Nurul Huda telah diperbolehkan menyelenggarakan Ujian Nasional oleh Kementrian Agama sejak delapan tahun yang lalu tepatnya sejak tahun pelajaran 2004/2005.
"Sejak tahun pelajaran 2004/2005 kami telah diperkenankan menyelenggarakan Ujian Nasional Wajar Dikdas untuk ponpes salafiyah," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut Ust. Ali juga menambahkan, dengan dilaksanakannya ujian nasional di Ponpes Nurul Huda yang diikuti oleh para santri diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir lagi untuk menyekolahkan putra-putrinya di Ponpes Nurul Huda. Masyarakat tidak perlu takut lagi kalau putranya tidak akan mendapatkan ijazah setingkat MTs/SMP.
"Masyarakat tidak perlu takut lagi, karena setiap santri Nurul Huda akan mendapatkan Ijazah Nasional setingkat MTs/SMP," tambah Ust. Ali Mubarok, S.PdI.
Ketua Yayasan Islam Nurul Huda Purbalingga Ust. Ali Mubarok, S.Pdi mengatakan, 73 santri yang mengikuti ujian nasional pada tahun ini merupakan santri Ponpes Nurul Huda kelas 3 Muthawasitoh atau setingkat kelas 3 Madrasah Stanawiyah dan SMP.
"Mereka adalah santri Nurul Huda kelas tiga Muthawasitoh atau setingkat MTs dan SMP," kata Ust. Ali Mubarok, S.PdI siang tadi.
Dari 73 santri yang mengikuti Ujian Nasional tahun ini, separuhnya merupakan santri perempuan. "Dari 73 santri tersebut, terdiri dari 38 santri perempuan dan 35 santri perempuan," terang Ust. Ali.
Lebih lanjut Ust. Ali mengatakan, Pondok Pesantren Nurul Huda telah diperbolehkan menyelenggarakan Ujian Nasional oleh Kementrian Agama sejak delapan tahun yang lalu tepatnya sejak tahun pelajaran 2004/2005.
"Sejak tahun pelajaran 2004/2005 kami telah diperkenankan menyelenggarakan Ujian Nasional Wajar Dikdas untuk ponpes salafiyah," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut Ust. Ali juga menambahkan, dengan dilaksanakannya ujian nasional di Ponpes Nurul Huda yang diikuti oleh para santri diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir lagi untuk menyekolahkan putra-putrinya di Ponpes Nurul Huda. Masyarakat tidak perlu takut lagi kalau putranya tidak akan mendapatkan ijazah setingkat MTs/SMP.
"Masyarakat tidak perlu takut lagi, karena setiap santri Nurul Huda akan mendapatkan Ijazah Nasional setingkat MTs/SMP," tambah Ust. Ali Mubarok, S.PdI.
SDIT
Nurul Huda Purbalingga, Senin(22/4/2013)- Selain giat menerapkan metode
Outdoor Study (ODS) dalam proses pembelajarannya, SDIT Nurul Huda
Purbalingga juga terapkan program fullday school. Fullday school ini
telah dilaksanakan sejak Tahun Pelajaran 2008/2009 hingga sekarang. Hal
tersebut disampaikan oleh Waka Kurikulum dan Kesiswaan SDIT Nurul Huda
Ust. Hari Setiawan tadi pagi (Senin,22/4/2013) ketika dimintai keterangan tentang program yang telah dilaksanakan oleh sekolah.
Menurutnya, fullday school ini diselenggarakan dan dilaksanakan oleh sekolah dengan maksud mengakomodir harapan masyarakat akan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Apalagi di zaman sekarang ini, masyarakat dalam hal ini para orang tua cenderung sibuk dengan urusan pekerjaannya, sehingga waktu untuk mendidik anak-anaknya sangat sedikit.
"Program ini sebagai bagian dari sekolah untuk mengakomodir dan memfasilitasi masyarakatat akan kebutuhan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya," tutur Ust. Hari Setiawan.
Dalam kesempatan tersebut Ust. Hari Setiawan juga mengatakan, sejak Tahun Pelajaran 2008/2009 sampai sekarang fullday school ini dilaksanakan tiga hari dalam sepekan yaitu pada hari Senin, Selasa, dan Rabu. Pada hari tersebut para siswa SDIT Nurul Huda Purbalingga mulai melaksanakan proses pembelajaran dari pukul 06.30 sampai dengan pukul 15.30 WIB.
"Pada hari tersebut para siswa mulai belajar pada pukul 06.30 sampai dengan pukul 15.30 WIB," terangnya.
Ust. Hari menambahkan, selain sebagai upaya untuk mengakomodir dan memfasilitasi masyarakat akan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya, fullday school ini dilaksanakan juga sebagai upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang diikuti oleh para siswa.
"Ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di SDIT Nurul Huda," tambah Ust. Hari Setiawan.
Menurutnya, fullday school ini diselenggarakan dan dilaksanakan oleh sekolah dengan maksud mengakomodir harapan masyarakat akan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Apalagi di zaman sekarang ini, masyarakat dalam hal ini para orang tua cenderung sibuk dengan urusan pekerjaannya, sehingga waktu untuk mendidik anak-anaknya sangat sedikit.
"Program ini sebagai bagian dari sekolah untuk mengakomodir dan memfasilitasi masyarakatat akan kebutuhan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya," tutur Ust. Hari Setiawan.
Dalam kesempatan tersebut Ust. Hari Setiawan juga mengatakan, sejak Tahun Pelajaran 2008/2009 sampai sekarang fullday school ini dilaksanakan tiga hari dalam sepekan yaitu pada hari Senin, Selasa, dan Rabu. Pada hari tersebut para siswa SDIT Nurul Huda Purbalingga mulai melaksanakan proses pembelajaran dari pukul 06.30 sampai dengan pukul 15.30 WIB.
"Pada hari tersebut para siswa mulai belajar pada pukul 06.30 sampai dengan pukul 15.30 WIB," terangnya.
Ust. Hari menambahkan, selain sebagai upaya untuk mengakomodir dan memfasilitasi masyarakat akan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya, fullday school ini dilaksanakan juga sebagai upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang diikuti oleh para siswa.
"Ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di SDIT Nurul Huda," tambah Ust. Hari Setiawan.
0 comments:
Post a Comment